ESENSI SEBUAH KARYA

1000x100

Indonesia Contemporary Art dan Design (ICAD) 8 lalu yang mengangkat tema MURNI menampilkan 50 seniman, desainer, dan para pelaku kreatif lainnya untuk membuat karya yang bersifat statement, fungsional, serta penampilan khusus.

Sebagai ajang kreasi seni, ICAD merupakan ajang kolaborasi berbagai lintas disiplin di dunia kreatif, karena salah satu misi ICAD adalah menjadikan seni dan desain lebih dekat dan lebih relevan bagi masyarakat. Seperti beberapa karya para desainer yang turut berpartisipasi di ajang pameran ini, diantaranya :

  1. Karya what ever workshop, karya instalasi ini menajamkan kembali prinsip dasar aspek dalam seni dan desain, seperti titik, garis, bentuk, bayangan dan tekstur dalam satu komposisi abstrak formalis sebagai lukisan menggunakan elemen dekoratif dari benda2 fungsional.
  2. Karya unik dari Denny R Priyatna tentang desain furniture modern dengan prinsip kemurnian yang intinya ia bisa menciptakan produk massal tanpa membatasi ide kreatif desainer. Denny memperlakukan permukaan kulit koyak akibat benda tajam yang memiliki nilai fungsi, sehingga meninggalkan perasaan tidak nyaman.
  3. Karya Patrick Owen berjudul “Fable” dalam bentuk fesyen, sejauh ini bereksperimen mengarahkan kolaborasi lintas disiplin pada seniman visual Indonesia yang dimanifestasikan menjadi karya senirupa yang dicetak di atas kain.
  4. Zulfian Amrullah dengan karyanya Be Watched Be Played menceritakan kehidupan selalu dipengaruhi oleh yang tidak terlihat secara kasat mata
  5. Karya Ayu Joddy & Rukmanal Hakim yang bertajuk Sunyi menceritakan sebuah sofa yang memberi kemewahan pemakainya dengan sandaran tinggi sehingga memberi pengalaman sunyi dan kontemplatif, diperuntukkan bagi mereka yang memanfaatkan waktu mencari gagasan.
  6. Karya Noro Ardanto & Intan Pradina Dimanakah Manusia, memamerkan 3 standing lamp yang menafsirkan manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, namun ambisi2 keduniawian sering membuat kita lupa. Lampu pijar (yang dibiarkan terbuka tanpa kap) mengibaratkan cahaya nurani yang pasti dimiliki setiap orang.
  7. Karya desainer interior, Francis Suryaseputra & Sandy Solihin tentang habitat, air tawar di Indonesia yang memelihara sejumlah species ikan air tawar di dunia dengan total 1188 species dan 448 diantaranya endemic yang terancam polusi kegiatan industry rumah tangga dan pertanian.
  8. Iwan Sastrawiguna, desainer interior, menampilkan Steampunk table lamp with Bookcase terinspirasi material klasik tembaga sebagai material utama yang berkarakter unik, ringan, mudah dibentuk dan dicari di sekeliling kita.
  9. Karya Pilgrimage of Definition, dari Oky Ray Montha tentang infografis proses penciptaan produk kerajinan kulit yang ditekuninya. Oky mengajak audiens untuk menghargai proses panjang penciptaan karya yang membutuhkan kecakapan artistik dan memiliki esensinya sendiri.
  10. Abie Abdillah dengan karya Madu Bali Lounge Chair ini mengingatkan nama madu yang diproduksi dan terkandung di dalam sarang lebah. Madu terdiri dari struktur massif dan kuat yang dibangun menyerupai bentuk dan system fondasi sarang yang canggih sehingga setiap inti saling mendukung sama lainnya.
  11. Karya Erwin W Pranata Disordered Ratio menceritakan kemurnian tingkah laku manusia di kamar hotel ataupun di ruangan lainnya yang seyogyanya selalu tersusun rapi dan bersih, yang tergeletak berserakan di sudut hotel.

Melalui karya-karya yang dipamerkan di Area publik hotel Grandkemang diharapkan dapat menularkan virus kreatif bagi siapa pun yang tumbuh dari hati dengan murni.

Penulis : Denyza Sukma
Fotografer : Don Rico

Pameran Mebaguild 2018 Telah Dibuka

Asrinesia.com – Pameran Megabuild Indonesia 2018, bersama Keramika 2018  dan Security, Safety & Facility Management Expo Indonesia resmi dibuka pada hari Kamis (15/3/2018). Pameran ini

Read More »

Hunian Resor Bergaya Kolonial

Saya mau rumah “Jadul”… Itu inti kalimat pertama yang ditangkap pada saat sang pemilik menerangkan keinginan untuk membangun rumah barunya. Rumah yang ingin ditinggali bersama

Read More »