LG Buka Layanan Perbaikan Dan Cuci Gratis Bagi Terdampak Banjir Jabodetabek

1000x100

Asrinesia.com – Banjir awal Januari 2020 lalu banyak mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Kalangan tersebut mencoba memulihkan kondisi masyarakat. Demikian juga dengan PT. LG Electronics Indonesia. Perusahaan ini  turut mendukung  membuka Iayanan perbaikan produk LG dan cuci pakaian gratis.

Untuk memudahkan masyarakat mengaksesnya, perusahaan ini membuka tenda khusus menyasar lokasi titik terdampak banjir yang masih memerlukan perhatian.

“Selain kemungkinan malfungsinya perangkat elektronik, kebersihan pakaian menjadi hal krusial mengingat berbagai keterbatasan yang ada pasca bencana melanda rumah warga,” ujar Seung Young Kim, Customer Service President PT. LG Electronics Indonesia.

Lebih lanjut ia menyatakan, LG merancang Iayanan kepedulian perusahaan ini bakal berlangsung di beberapa titik serta simultan. ”Menilik perkembangan kondisi masyarakat dengan pertimbangan pada kecepatan pemberian dukungan, kami merencanakan Iayanan lini akan siap bertahap pada beberapa tempat yang membutuhkan,” ujarnva lagi

Tenda LG peduli Banjir pertama memulai peIayanannya dengan mengambil tempat di wilayah Jatiasih, Bekasi. Bertempat di depan kantor kecamatan Jatiasih yang berada dikisaran  Jl. Swantra IV, Jatiasih Bekasi, tenda ini dikatakan akan beroperasi mulai pukul sembilan pagi hingga kisaran pukul empat sore setiap harinya mulai dari tanggal 8 Januari 2020.

Memastikan cakupan Iayanan LG Peduli Banjir dapat menyentuh lebih banyak warga masyarakat yang membutuhkan perbaikan produk LG miliknya, menurut Seung Young Kim, masyarakat dapat menghubungi layanan purna jual LG dengan menghubungi no 14010.  Selain pemeriksaan dan perbaikan gratis, untuk kebutuhan pergantian komponen sepanjang Iayanan LG Peduli Banjir ini, perusahaan menetapkan harga spesial hingga 50% bagi perbaikan di tempat Iayanan.

Meski berancang-rancang durasi waktu dua minggu pada tiap Iayanan LG Peduli Banjir, namun demikian pada pelaksanaannya LG menyatakan hal tersebut akan sangat bergantung pada perkembangan situasi. “Sepanjang masa tersebut kami akan mengkaji selain perpanjangan durasi juga terkait dengan kemungkinan perluasan ketersediaan Iayanan di daerah lain yang membutuhkan,” ujar Seung Young Kim.