Pelestarian Tempat Pelelangan Ikan

1000x100

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasar Ikan Jakarta yang diarsiteki oleh Danang Triratmoko, IAI, masuk dalam nominasi Penghargaan IAI Jakarta 2020 untuk kategori Bangunan Konservasi – sub kategori Teknik Pemugaran. Danang mengulasnya khusus untuk Asrinesia.

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasar Ikan yang ada saat ini adalah bangunan TPI Generasi Ketiga yang diperkirakan dibangun pada tahun 1940-an. Massa bangunan memanjang dengan dinding batu bata di bagian bawah dan kayu di bagian atas. Konstruksi atap genteng bangunan ini terlepas dari dinding yaitu berupa kuda-kuda kayu balok jepit yang bertumpu langsung pada umpak dengan bentangan 18 meter.

Bangunan Generasi Pertama dari Tempat Pelelangan Ikan ini dibangun tahun 1860-an, berbentuk ‘U’ dinding bata tebal (bearing wall) dengan kuda-kuda atap genteng yang bertumpu pada dinding tersebut. Generasi Kedua diperkirakan dibangun pada tahun 1920-an, merupakan bangunan baru yang berbeda, berbentuk segi enam terpancung dengan dinding kayu dan atap perisai bersusun. Bangunan generasi terakhirlah yang masih tersisa, walaupun kondisi bangunan pada saat itu sangatlah memprihatinkan, sebagian besar telah runtuh dan tidak terurus. Dengan demikian rencana pemugaran yang dilakukan mengarah pada bangunan generasi terakhir, yang data fisiknya relatif masih ada dan dapat ditelusuri. Persiapan awal sebelum memulai perencanaan dilakukan pendataan ulang terhadap bangunan apa adanya, bahkan dilakukan pula penggalian arkeologis untuk mengetahui lapisan peninggian lantai yang telah dilakukan selama ini. Pada penggalian ini ditemukan jejak dinding bangunan generasi pertama yang pada perencanaan berikutnya kami beri tanda pada lantai perkiraan posisi bangunan tersebut.

Kendala yang dihadapi dalam perencanaan adalah, antara lain: 

– Mengusahakan     level bangunan kembali pada level aslinya, sementara kondisi awal proyek saja (telah diurug 80 cm) sudah 1,2 meter di bawah permukaan laut   

– Memperkirakan bentuk asli dari bagian bangunan yang telah runtuh   

– Memastikan jenis kayu yang sesuai dengan aslinya yang masih tersedia dan dapat memenuhi kebutuhan proyek


Pemanfaatan bangunan ini dibagi menjadi beberapa zona sesuai dengan rencana  pemanfaatannya:
Zona I, Zona Pendidikan yang terdiri dari Ruang Pamer  sejarah bangunan TPI Pasar Ikan, proses konservasi fisik bangunan, termasuk ruang pamer alat-alat penangkap ikan di masa lalu dan saat ini serta ruang pertemuan kecil untuk diskusi.


Zona II, Zona Komersial sebagai pelengkap sebuah Galeri agar dapat hidup lebih bermanfaat, maka disediakan area yang dapat disewakan baik oleh cafe maupun ruang pertemuan besar .


Zona III, Zona Penunjang merupakan fasilitas tambahan untuk melengkapi keberadaan Fungsi ini antara lain kantor pengelola, gudang,  toilet, genset serta area parkir dan taman.

Keunikan bangunan ini adalah bangunan yang sangat besar dengan konstruksi kayu balok jepit dengan bentangan mencapai 18 meter panjang 60 meter. Bangunan pinggir pantai di tanah berawa ini harus cukup kuat menahan terpaan angin, sehingga pada setiap pertemuan sambungan kayu terdapat ring kayu kubler diantara balok jepit itu sebelum diikat oleh mur baut besi tempa.

Penulis Danang Triratmoko, IAI @dhdt.architects

Fotografer Sonny Sandjaya @sonnysandjaya

Arsitek Danang Triratmoko, IAI @dhdt.architects

Lokasi TPI Pasar Ikan, Jakarta
#majalahasrinesia #majalaharsitekturinterior  #heritagebuliding #bangunancagarbudaya #kotatuajakarta #arsitekpelestari #arsitekindonesia #karyaanakbangsa #banggaindonesia #inovatifkreatif #like4like #designerassociates

Generasi Muda Bangun Bangsa Dengan Karya

Asrinesia.com – Setelah sukses menyelenggarakan kompetisi desain mahasiswa/i Arsitektur dan Desain Interior, Asia Young Designer Awards (AYDA), selama 7 tahun berturut-turut, AYDA Indonesia 2019/20 telah

Read More »

Chic Modern Style Home

Bagi sebagian orang, rumah sudah bukan sekedar tempat berlindung, tapi sudah merupakan cerminan dari lifestyle. Apalagi di saat pandemi seperti sekarang dimana orang lebih banyak

Read More »